Latest Entries »

sujud

Berpikirlah seluas pengetahuan yang kau punya, maka dengan itu kamu akan lebih sadar kamu bukanlah apa-apa.

Semakin kita berpikir dan tahu lebih banyak dari apa yang sebelumnya kita tidak ketahui, maka akan semakin nampak lebih banyak dan luas apa yang belum kita tahu, atau jika pengetahuan yang banyak itu sudah kita tahu kita akan ditampakkan kekurang dalaman apa yang kita ketahui.  Makanya tak salah jika ada seorang yang bijak sering mengungkapkan, “bagaikan padi semakin berisi semakin merunduk”. Dialah yang bijak yang tahu sdan mampu mengungkap Rahasia dibalik Rahasia, hal itu semakin berasalasan, ketika apa yang kita gali itu beluumlah seberapa dan apa yang kita ketahui masih sepele. Jikapun ada satu atau dua orang yang kurang sadar dan tetap merasa lebih dari sekitarnya ketika dia dikasih banyak hal dari orang lain, itu hanyalah suatu tanda dari ketidak aktifan nuraninya dan kurangnya keyakinan aka Kekuasaan dan Ke-Akbaran Tuhan Sang Penguasa seluruh alam. DIA lah yang Maha sempurna pengetahuannya  yang meliputi segaa hal, inilah yang kemudian kita harus jadikan alasan mengapa dada kita tak seharusnya membusung dan kepala kita terlalu menengadah. Dia lah yang Maha Tahu dan Maha Pengajar yang mengisyaratkan apa yang harus Ciptaan-Nya lakukan agar mereka tidak lekas menengadah dan ingin selalu bersujud.

Sujud adalah sebuah tanda bahwa kita bukan apa-apa dan memang bukan apa-apa Tanpa-NYA, Kitalah yang serba terbatas dan serba kekurangan meskipun hidup dengan sebagian rahmat-Nya. Sujud mengisyaratkan ketundukan dan kenistaan dan sebagau tanda kita hanyalah seseorang yang rendah dan teramat rendah untuk disebut sebagi Mahluk-Nya. Sujud tak harus selalu ditandakan dengan ratanya dahi kita dengan tanah, sujud pada intinya adalah sebuah rasa tunduk bahwa kita hanyalah sesutau yang rendah dan bukan apa-apa. Sujud tak hanya gerak tubuh yang mengharuskan kita menundukkan kepala, sujud bahkan lebih dari itu. Sujud merupakan sebuah gerak rasa dan bisik nurani yang sadar dan teramat sadar akan kerendahan kita.

Berpikirlah ketika kita berdiri, rukuk , sujud dan duduk diantara kedua sujud, baha Hanyalah dia yang patut kita patuhi, Sembah dan ingtalah kesempurnaan Karunianya yang memungkinkan Dia dapat mengampuni segala kekurangan kita yang bahkan tak jarang membuatnya Cemburu karena Dia selalu dijadikan yang kedua. Sujudlah dengan mengingatnya bukan mengingat hal lain yang menjadi ciptaan-Nya dan segala penghiasnya.

Sujudlah dengan sujud-Nya, dan rasa Akan-NYA, Ingatlah Nama-Nya dan Sebutlah Selalu Nama-Nya.

Dan jika ada satu hal saja yang dapat menggambarkan hal itu mungkin bisa sedikit mengurangi ketegangan dan mengubah ketidakyakinan menjadi suatu keyakinan yang sangat,

Dan setiap orang akan menganggap suatu kejadian dimana pemilihan sederet keputusan yang rumit dan perlu pertimbangan akan hal itu, -(( memilih salah seorang ))- dan kita jadikan orang yang paling dekat dan paling kita sayangi setelah TUHAN dan keluarga adalah sebuah keputusan yang kurang tepat dan sebagian orang diluar diri kita menganggap itu sebagai sebuah keserakahan. ketiak banyak pilihan kita punya dan mencoba menggali apa yang harus kita tahu dari sisi seseorang dan kita namakan itu sebuah proses penjajakan. Satu hal telah terjadi ketika penjajakan yang kita lakukan ternyata menghadapi sebuah kondisi dimana tidak memungkinkan bagi kita untuk melanjutkannya, atau sementara meundanya, lalu kita berpinda dari channel satu ke channel yang lain. Itukah yang dinamakan dengan “Ketidak SETIAAN” ? dan sebuah pelanggaran? sehingga kita pantas untuk dipergunjingkan?

Lalu ketika kita menggemari dan sedang menjajaki sebuah pakaian yang terlihat bagus dan cukup layak unutk kita kenakan serta membuat kita memiliki cukup banyak alasan  untuk kita jadikan pemantas kita dan menemani kita kemanapun kita pergi agar kita lebih percaya diri dan menuntaskan “Sunnah”yang telah Pemimpin kita gariskan kepada kita, yang sanggup menemani kita kala kita merasa kehausan dikala terik, yang mampu memeberikan ksejukan dalam waktu yang bersamaan, dan menghangatkan kita dikala kita kedinginan, dan melengkapi suka-cita kita dikala kita merasakan limpahan rahmatnya.

Maaf intermezonya terlalu panjang, Lalu pertanyaannya..

Apa arti dari sebuah kesetiaan di ranah substansial yang kadang teori itu tak cukup berguna dan hanya sebagai “malaikat yang ikut tersiksa di dalam neraka”?. Dan memang basicnya manusia tak pernah bisa setia jangankan untuk hal besar “pasangan” untuk hal-hal kecil saja mereka sering merusak dan mengabaikan kesetiaannya. Lalu apa itu sebuah kesetiaan?

Apakah sebuah kebanggaan dapat menjaga komitmen?, ataukah hanya sbeuah penghambaan dan rasa sukur telah mendapatkan hal yang satu dan sudah merasa puas?.

Satu yang pasti tidaklah pantas kita sebagai sesuatu yang “Nothing” mendewakan kesetiaan dan menganggap ketidaksetiaan sebagai aib, yang sehingga dengan aib yang sudah orang buat membuat kita memiliki banyak alasan untuk menghukum dia dangan ego kita dan memberikan cap negatif terhadapnya, dan pada nyatanya ketika kita men“judge” orang seperti itu, kita sudah melanggar kesetiaan kita terhadap komitmen kita sendiri, percayalah.

Kesetiaan yang sempurna adalah IMAN, dan komitment dari RAHMAT TUHAN (ALLAH) yang selalu ada di garis awal kehidupan kita, dan sesungguhnya dari setiap siksa TUHAN itu selalu diawali dengan Rahmat-NYA.

Dan Sayalah “Nothing” dan kamu “everythings”

Sejauh mana kita bisa setia dengan “cinta” yang tidak atau belum kita miliki,,,

dan jika ada satu hal saja yang dapat menggambarkan hal itu mungkin bisa sedikit mengurangi ketegangan dan mengubah ketidakyakinan menjadi suatu keyakinan yang sangat,

In My opinion

Did you know? tidak ada yang pintar dan tidak ada yang bodoh.
dalam hal kehidupan sebenarnya manusia tidak dibedakan berdasarkan prestasi “pintar” dan “bodoh“, karena pada dasarnya manusia itu adalah mahluk yang tidak statis dan cenderung begitu-begitu saja.manusia merupakan mahluk paling dinamis dengan kemampuan belajar adan beradaptasi paling baik dibandingkan dengan mahluk lainnya yang ada di bumi. manusia memiliki kemampuan untuk menagtu ran mengarahkan disinya sendiri ke arah apa yang dia mau. jadi pada intinya manusia selalu memiliki kemampuan untuk mengarhkan dan membenntuk dirinya menjadi manusia seutuhnya, yang memiliki kemampuan berpikir deawasa dan mempu menjawab semua tantangan yang dia hadapi. dan ukuran akn hal itu populer orang katakan sekarang adalah sebagai “orang pintar“. Sebenarny jika kita tahu bahwa sesungguhnya kita selalu diberi kelebihan selain kekurangan yang jelas, kekurangan itu bukan lah bodoh. dan “Bodoh itu bukan karakter tapi sederatan pilihan- pilihan sehingga kita diberikan ukuran dengan kata tersebut”. Percayala ukuran itu sebenarnya bisa kita bentuk dengan sedikit rajin berlatih dan pemmbiasaan diri.maka jadilah pendidik yang bisa mendidik tidak harus untuk osrang lain tapi mendidik hasrat diri sendiri agar dapt berjalan sesuai dengan sebagaimana mestinya “manusia“. Bukan hanya sekedar manusia tapi “manusia  seutuhnya” yang memiliki keimanan, ketakwaan, kejujuran, kecardasan, kemampuan untuk mengendalikan diri, komitmen yang kuat serta integritas. Dari apa yang sudah kita bahsa barusan hanyalah sebuah alur yang akan mengenalkan kita pada sosok masusia sesungguhnya dimana manusia itu tidak diciptakan untuk pintar dan bodoh, namun semua diciptakan untuk membentuk dirinya sendiri. Yang memebedakan manusia pada hakikatnya adalah bukan pintar dan bodoh, namun rajin dan tidak rajin.

Maka bagi anda yang merasa diri anda pintar dan merasa diri anda beruntung dan lebih beruntung, berhentilah men “judge” orang lain yang tidak lebih dari kita itu seorang bodoh, karena tidak ada yang DIA ciptakan sebagai manusia yang bodoh, hanya saja dalam kitab tersucinya dia menyebutkan orang bodoh itu adalah yang tidak bisa memilih jalannya sendiri menuju kebahagiaan yang nyata.

to be continued …

Pada dasarnya pada setiap diri manusia akan ada selalu rasa ingin mengetahui apa yang bukan menjadi urusannya, tak percaya? kita buktikan.
Setiap kita berhadapan dengan orang, bahkan ketika orang itu tidak kita kenal. akan selelu muncul pertanyaan, apa? mengapa dia begitu? dan apa yang sedang dia pikirkan?, pertanyaan itu akan sentiasa muncul ketika kita berhadapan dengan orang lain baik yang kita kenal maupun tidak.
Jadi dengan kata lain selain kodrati dan alami setiap individu itu ingin selalu ikut dan merasakan dan ingin cukup tahu apa yang orang lain sedang alami dan rasakan. Dan secara tidak langsung itu menggambarkan bahwa orang itu memiliki kecenderungan ingin ikut berbagi dan di bagi meskipun dalam hal keci sekalipun.
Coba lihat lebih dalam kedalam diri kitqa sendiri, coba buktikan dari konsep yang saya utarakan barusan. Lalu  kita lihat apakah hal itu memang merupakan kebenaran atu hanya sebuah gambaran dari ilusi saya sebagai seorang yang suture.

Selain ingin dibagi dan setiap individu juga selalu memilki kecenderungan ingin membagi. meskipun pada kenyataannya yang dibagi juga terkadang tak ingin dibagi hal tersebut. api uniknya dengan kebesaran Tuhan Yang Maha ESa membentuk dan menciptakan manusia sedemikian rupa sehingga apa yang teman berbaginya rasakan sebagaian besar feel nya tidak bisa dia rasakan (itu menghindari kemungkinan untuk setiap individu yang ingin berbagi merasa lebih sakit hati). SUBHANALLAH, itu lah Tuhan semesta alam yang maha mengatur segala hal sampai pada hal terkecil yang kadang luput dari kepekaan mahluknya.
Lagi-lagi apa yang saya bahas terlalu melebar, dan ini sebuah intinya. Pada dasarnya selain ingin mendengar setiap orang juga ingin di dengar, sejalan dengan yang abraham Maslow katakan, dalam setiap individu seseorang itu pasti selalu ada kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya atau bahasa kerennya adalah “need for actualization”.
dan apa pentinya saya menuliskan apa yangs elama ini muter-muter dalam sebagian otak saya, adalah kita sebagai individu harusnya lebih membuka hati dan pikiran kita karena ternyata keseimbangan hak dan kewajiban itu hrus benar-benar seimbang.
karena selain kita memiliki hak untuk di dengar kita juga punya kewajiban untuk mendengarkan, begitupun dengan orang lain. maka berbagi kasih dan pengertianlah terhadap orang lain, minimal hanya sekedar mendengarkan meskipun tak memberi solusi dari setiap apa yang orang bagi.
dan kebiasaan orang banyak yang dibagi itu bukan kebahagiaan namun masalah. meskipu ada juga yang membbagi kebhagaiaan. :D

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.