Berpikirlah seluas pengetahuan yang kau punya, maka dengan itu kamu akan lebih sadar kamu bukanlah apa-apa.
Semakin kita berpikir dan tahu lebih banyak dari apa yang sebelumnya kita tidak ketahui, maka akan semakin nampak lebih banyak dan luas apa yang belum kita tahu, atau jika pengetahuan yang banyak itu sudah kita tahu kita akan ditampakkan kekurang dalaman apa yang kita ketahui. Makanya tak salah jika ada seorang yang bijak sering mengungkapkan, “bagaikan padi semakin berisi semakin merunduk”. Dialah yang bijak yang tahu sdan mampu mengungkap Rahasia dibalik Rahasia, hal itu semakin berasalasan, ketika apa yang kita gali itu beluumlah seberapa dan apa yang kita ketahui masih sepele. Jikapun ada satu atau dua orang yang kurang sadar dan tetap merasa lebih dari sekitarnya ketika dia dikasih banyak hal dari orang lain, itu hanyalah suatu tanda dari ketidak aktifan nuraninya dan kurangnya keyakinan aka Kekuasaan dan Ke-Akbaran Tuhan Sang Penguasa seluruh alam. DIA lah yang Maha sempurna pengetahuannya yang meliputi segaa hal, inilah yang kemudian kita harus jadikan alasan mengapa dada kita tak seharusnya membusung dan kepala kita terlalu menengadah. Dia lah yang Maha Tahu dan Maha Pengajar yang mengisyaratkan apa yang harus Ciptaan-Nya lakukan agar mereka tidak lekas menengadah dan ingin selalu bersujud.
Sujud adalah sebuah tanda bahwa kita bukan apa-apa dan memang bukan apa-apa Tanpa-NYA, Kitalah yang serba terbatas dan serba kekurangan meskipun hidup dengan sebagian rahmat-Nya. Sujud mengisyaratkan ketundukan dan kenistaan dan sebagau tanda kita hanyalah seseorang yang rendah dan teramat rendah untuk disebut sebagi Mahluk-Nya. Sujud tak harus selalu ditandakan dengan ratanya dahi kita dengan tanah, sujud pada intinya adalah sebuah rasa tunduk bahwa kita hanyalah sesutau yang rendah dan bukan apa-apa. Sujud tak hanya gerak tubuh yang mengharuskan kita menundukkan kepala, sujud bahkan lebih dari itu. Sujud merupakan sebuah gerak rasa dan bisik nurani yang sadar dan teramat sadar akan kerendahan kita.
Berpikirlah ketika kita berdiri, rukuk , sujud dan duduk diantara kedua sujud, baha Hanyalah dia yang patut kita patuhi, Sembah dan ingtalah kesempurnaan Karunianya yang memungkinkan Dia dapat mengampuni segala kekurangan kita yang bahkan tak jarang membuatnya Cemburu karena Dia selalu dijadikan yang kedua. Sujudlah dengan mengingatnya bukan mengingat hal lain yang menjadi ciptaan-Nya dan segala penghiasnya.
Sujudlah dengan sujud-Nya, dan rasa Akan-NYA, Ingatlah Nama-Nya dan Sebutlah Selalu Nama-Nya.

